Sekolah Alam Bandung

 

Sekolah Alam Bandung
by Yuria Pratiwhi Cleopatra on Saturday, 28 November 2009 at 21:30

Setiap orang tua, tentu ingin selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tak terkecuali saat sang anak sudah waktunya masuk sekolah. Biasanya, orang tua sudah pontang-panting menelusuri seluruh pelosok tanah air, jauh sebelum sang anak benar-benar akan masuk sekolah. Hal tersebut tentunya dilandasi semangat mencari dan memberikan yang terbaik itu tadi. Bagaimanapun, terbaik atau terburuknya suatu pilihan banyak dilandasi oleh hal-hal yang subjektif. Dalam memilih sekolah juga demikian. Seorang ibu yang ingin anak-anaknya berprestasi di dunia internasional, akan memilih sekolah yang memiliki akses tinggi pada aneka lomba dan olimpiade internasional Mereka yang ingin anak-anaknya menjadi penghapal alQur’an, akan memilih sekolah yang menekankan pada hafalan al Qur’an Mereka yang ingin anak-anaknya pintar berbahasa asing, akan memilih sekolah bilingual Mereka yang ingin anak-anaknya ‘aman’, akan memilih sekolah dengan standar keamanan internasional Dan begitulah, orang tua akan memilihkan sekolah anak-anaknya, sesuai dengan latar belakang, pengetahuan, ambisi dan cita-cita masing2. Itulah sebabnya tidak ada sekolah yang ‘sempurna’, seperti juga tidak ada sekolah yang ‘sangat buruk’.

Sebagai orang tua, saya dan suami juga tak lepas dari suasana gamang dalam menentukan pilihan. Dan saat ini, kami memilihkan Sekolah Alam Bandung untuk ketiga putra-putri kami. Banyak yang bertanya mengapa??? atau ‘Mengapa begitu berani’??? Tentunya pilihan tersebut tak lepas dari subjektfitas kami juga sebagai orang tua. Beberapa pertanyaan mungkin dapat terjawab melalui catatan di bawah ini…

Sekolah alam Bandung, adalah sekolah yang terletak di sebuah lembah, nun di dago sana… Tidak ada ruang kelas, gedung, kursi, meja…hanya saung dan bangku-bangku…alasan utama mengapa hingga saat ini SAB belum juga mendapatkan akreditasi dari Dinas Pendidikan. Juga alasan utama mengapa orang tua akhirnya enggan memilihkan SAB untuk putra-putrinya..”bagaimana nanti kelanjutan pendidikan anak kami?”begitu kira-kira pertanyaan yang sering terlontar

Di SAB, banyak sekali aktivitas belajar mengajar yang dilakukan di luar ruangan..”bagaimana nasib kulit mulus anak-anak kami nanti??” pertanyaan lain yang juga sering terpikirkan

Di sana, anak-anak banyak pula melakukan aktivitas outbond yang ‘unik’…”bagaimana sistem keamanan dan keselamatan anak-anak kami ?” itu juga pertanyaan atau keraguan yang sering terpapar..

Toh kami tetap memasukkan anak-anak kami ke SAB…sekali lagi..”Mengapa???”

Jawaban saya sebetulnya sangat sederhana… Saya memasukan anak-anak ke SAB justru karena SAB tidak menjanjikan apa-apa…tidak kemampuan kognitif yang tinggi, tidak suasana kompetisi yang dominan, bahkan juga tidak menjanjikan kekuatan fisik pada anak-anak didiknya.. Setiap anak adalah unik..demikian motto yang hingga sekarang masih dijaga dengan baik di SAB. Setiap anak belajar dalam suasana enjoy, tanpa tekanan, tapi juga penuh motivasi dan rasa kekeluargaan. Hal ini membuat anak-anak justru terpacu untuk memperlihatkan kemampuan terbaik mereka dalam banyak hal. Saya memasukkan anak-anak ke SAB, juga karena saya mencari sekolah, yang dapat mengajarkan sesuatu yang tidak bisa saya ajarkan sendiri pada anak-anak saya. Dan itu saya temukan pada SAB. Saya bisa mengajarkan matematika, sains, ilmu sosial, ekonomi, bahasa, membaca dan menghafalkan al Qur’an…sehingga saya tidak terlalu mengkhawatirkan kemampuan anak-anak saya di bidang tersebut.. Tapi saya tidak bisa mengajarkan mereka survive dalam kehidupan di alam. Saya tidak bisa juga mengajarkan TEAM BUILDING pada mereka…Saya juga tidak dapat menyediakan cukup teman bagi mereka bersosialisasi, bertenggang rasa, memimpn dan dipimpin, mengemukakan pendapat, berdagang, dan sebagainya…Maka saya memilih Sekolah Alam Bandung untuk mereka.

Alhamdulillah, seperti firman Allah “Faidzaa ‘azzamta, fa tawakkal ‘alallah..”, demikianlah ikhtiar kami, azzam kami…benar dan salahnya kami kembalikan kepada Allah…maka Allah yang mengatur segalanya…menghilangkan keraguan di dada kami… Anak-anak kami tumbuh menjadi anak-anak yang sehat fisiknya, kuat, percaya diri, rajin beribadah, selalu ingin tau dan selalu belajar… Hafalan al Qur’an mereka bahkan lebih baik dari sebagian ‘aktivis da’wah’ :) Mereka terbiasa cepat beradaptasi dengan berbagai jenis kondisi alam, berbagai jenis manusia, hewan, bahkan teknologi dan ilmu pengetahuan.. Dan yang juga menentramkan, Sekolah Alam Bandung juga dapat ‘menggiring’ siswa-siswanya pada kemampuan kognitif yang cukup baik. Alhamdulillah, nilai rata-rata UAN Akhyar per mata pelajaran mencapai ’9′…tanpa stress, tanpa les..dan yang melegakan..tanpa curang… Teman-temannya pun dapat melanjutkan pendidikan mereka di SMP lain tanpa masalah…walaupun Akhyar…dengan alasan yang sama..akhirnya kembali memilih Sekolah Alam Bandung di tingkat Sekolah Lanjut (SL), setara SMP.
Itulah sedikit yang dapat disampaikan dalam catatan ini…semoga dapat diambil ibrahnya. Aamiin

Like · · Share10 people like this.


1 share Een Widianingsih wah jadi tertarik juga deh…kebetulan kt jg lg pilih2 sekolah klo nti plg k indo…klo dibndingin sdit gmn? 29 November 2009 at 01:17 · Like


Endang Rika Kurniawati subhanallah…jazakillah atas sharing pengalamannya tPatra. Saya jg lagi mulai cari2 SMP nih buat Faris yg msh kls 5. Susah jg ternyata cari sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan idealisme kita… 29 November 2009 at 04:27 · Like
Luci Irawati Inspiring Notes…Satu hal lagi Neng Patra… Di sekolah alam memberikan kesempatan kpd anak2 masa kecil yang menyenangkan, sbgm yg pernah kita alami dulu, bermain dan bersosialisasi dg alam yg smkn sulit dicari di kota2 besar spt Jkt. Ini salah satu alasan mengapa aq jg memilih Sekolah Citra Alam Ciganjur..agar anak2ku tdk mjd ‘anak autis’ yg seharian bermain di ‘alam maya’… 29 November 2009 at 08:13 · Like


Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@ t Een…ya itu tadi teh…ga bisa dibandingin..saya ingin anak-anak bebas dan enjoy, dan saya dapet di SAB, alhamdulillah suasananya Islami, guru-gurunya dapat jadi teladan bagi siswa @ Mb Luci…iya mbak…apalagi di jakarta ya…ga ada gunungnya ..:) 29 November 2009 at 10:37 · Like
Kurnia Hayati yg penting,anak2 kami pun bahagia bersekolah di skolah alam… 29 November 2009 at 13:57 · Like
Eva Sofia cukup menginspirasi… survive di alam jadi point utama yg ga bisa ditemukan di tempat lain. jzk 29 November 2009 at 16:03 · Like


Nurani Esti Lestari Kalo aku pindahin anakku yang kelas tiga, dengan segala kekurangan dan kemalasannya apa cukup membantu dan bijaksana ya?…. Mamanya yang kabita…hehehe. Soo nice share, t Patra. 29 November 2009 at 17:02 · Like


Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@ Mba Nu..Survey and sit ini (trial class) bisa membantu objektivitas..Kalau anak, ortu dan sekolahnya saling cocok…dimanapun…Insya Allah bisa bahu membahu membentuk masa depan yang lebih baik.. 29 November 2009 at 18:07 · Like


Amelia Farianti smp di SAB sdh ada brp angkatan teh? walaupun blm dpt akreditasi, bs UAN jg ya?gabung sm sd negeri terdekat?coz kmrn di sklh alam di bekasi begitu 29 November 2009 at 20:55 · Like


Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@Amel : Ada kelas 1 dan kelas 3, kemarin UN gabung sama SD lain, tapi ga masalah ko, biasa aja :) Yang ke SMP negeri juga ga da masalah 30 November 2009 at 07:45 · Like


Lita Edia ‎’senasib’ patra:)…saya juga akan memindahkan anak pertama dari SDIT ke Kebun Main Cilangkap, tidak sengaja memilih sekolah alam, hanya kebetulan di sekolah ini (kebun main cilangkap) yang paling cocok konsepnya. Sukses UAN tanpa stress …See more 30 November 2009 at 13:00 · Like


Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@ Lita, betul Ta…bumi kita butuh banyak orang-orang yang berani :) 30 November 2009 at 13:16 · Like


Endah Dahlan Alhamdulillah…..sharing-​nya cukup menguatkan niat saya. Jazakillah teh 30 November 2009 at 19:28 · Like


Miawati Miaw hmm, kalo ibunya kayak patra, anaknya sekolah dimanapun pasti cemerlang sih…he2 30 November 2009 at 20:08 · Like


Irena Puspawardani hehe…..anakku jg sekolah di sekolah alam…..dan yg diomongin patra bener semuah tuh…..moga2 jd ilmu jg buat para ortu yg lagi cari sklh…..:-) 2 December 2009 at 04:05 · Like


Yuria Pratiwhi Cleopatra Waaah…di Balikpapan ada sekolah alam juga ya…alhamdulillah.. 2 December 2009 at 17:51 · Like


Lita Edia Adanya karena Rena pindah balikpapan tuh…ntar dia balik ke sini….bikin lagi dia…he3…ya nggak Ren..?? Kamu bikin di cibubur donk…biar anak2ku sekolahnya nggak jauh he3….ngarep.com 2 December 2009 at 18:12 · Like


Irena Puspawardani ‎@patra: iya alhamdulillah…..hehe @lita: eughhh …..ntar lah klo aku bisa nanem pohon duit…..aku bikinin buat kmu khusus….:-P….hehe…. 2 December 2009 at 18:21 · Like


Ayi Intan P Darmawan Patra…patra….pusing keinginan ama kantong nih, masuknya aja 7 juta, mana musti ngontrak rumah di bandung, jadi 2 dapur deh ama tasik…Gara-gara pusing ayi ama temen malah jadi mau bikin ‘Right Home’ nih..rumah otak kanan…rumah dimana…See more 3 December 2009 at 21:52 · Like · 1


Niesye A Ramadina Sudah ada SL toh di SAB? tahniah deh…dulu pas pertama kali tau ada Sekolah Alam, langsung jatuh hati ( pdhal masih kuliah), dah pengen aja anak2ku kelak sekolah di sana. Dulu fathia juga sempat di Sekolah Alam Bojongkulur, cuma sebentar…sekarang terpaksa di International School, dengan hati kebat kebit…., shukron ya Pat.. @Ayi : ditunggu launching Sekolah Alamnya yaa… 4 December 2009 at 05:59 · Like


Yuria Pratiwhi Cleopatra ‎@ Ayi…saya dukung deh Ayi bikin sekolah alam di tasik…yang penting all out ya…soalnya, sekolah alam fokusnya bikin hepi anak-anak dulu..bukan pendirinya hehe… Yang komen di atas itu rata-rata ortu sekolah alam juga Yi, ada mb Luci,…See more 4 December 2009 at 13:22 · Like


Ayi Intan P Darmawan Hmm maunya tinggal ama Patra… hehe ntar jadi adiknya afra ke-2 hehe.Iya sih Pat emang ijtihad, sekolah SDIT, TKIT juga ijtihad, sekolah alam juga ijtihad…hehe masih keukeuh pengen bikin sekolah alam tasik..ntar kalo mentok…yah apa bol…See more 8 December 2009 at 20:48 · Like


Yuria Pratiwhi Cleopatra hehe…ayi ada aja…iyalah pake otak…masa pake yang lain :) 9 December 2009 at 09:56 · Like


Saka Madyagu Badisga Saya salut dengan Ummu Akhyar. Menyekolahkan anak untuk mempelajari hal-hal yang TIDAK BISA diajarkan di rumah. Karena mayoritas saat ini, para orang tua karir menyekolahkan anak untuk mempelajari hal-hal yang TIDAK SEMPAT diajarkan di rumah. Dan itu perbedaan yang besar. 10 December 2009 at 12:38 · Like


Sri Yayu Indriyani R Alhamdulillah.. semoga pemerintah menjadikan Sekolah Alam sebagai sistem sekolah nasional. Supaya seluruh rakyat INA juga dapat menikmatinya. Satu hal lagi biaya sekolah bisa terjangkau. 13 April 2010 at 22:34 · Like


Ita Karolina TK aja ada pe-er tiap hari..huuu..baca-nulis-ngi​tung-komputer, baca-nulis-ngitung-kompute​r, tar jd robot aja tuh bocah2…streeesss (tapi herannya ortu2 pada milih sekolah yg ngasi PR paling banyak, biar ga maen doank ceunah). cape nih nyari sekolah, mo milih sekolah alam jauh nun mahal…hiks…pendidikan.​..pendidikan…hiks…(hom​eschooling aja kali ye..emaknya resign gituh? :p) 14 April 2011 at 23:48


08-Jun-2016 by admin


Unduh Formulir Lamaran Di Sini Email 1 : hrd.sekolahalambandung@gm... Selanjutnya



Sekolah Alam Bandung mulai tahun ajaran 2016 - 2017akan membuka jenj... Selanjutnya



Sekolah Alam Bandungby Yuria Pratiwhi Cleopatra on Saturday, 28 Nov... Selanjutnya