Sejarah

Sekolah Alam Bandung berangkat dari gagasan konsep pendidikan Sekolah Alam Bang Lendo Novo. Pada awalnya memang hanya merupakan suatu gagasan pendidikan, tetapi kemudian dicoba diwujudkan menjadi sebuah model sekolah. Sekolah yang dibuat harus mempunyai dimensi alam sebagai sumber ilmu dan bisa dikelola oleh para peserta didik. Konsep pendidikan Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas dari kayu, sehingga biaya untuk gedung lebih murah. Pendidikan yang berkualitas tidak ditentukan oleh sarana gedungnya, melainkan pada kualitas guru, metoda yang diterapkan dalam proses belajar mengajar dan kurikulum yang ditunjang oleh buku yang memadai sebagai gerbang ilmu pengetahuan. 

PENDIRIAN SEKOLAH ALAM BANDUNG

Dengan alasan pengembangan Sekolah Alam di Indonesia, maka Lendo Novo selaku konseptor Sekolah Alam mendirikan Sekolah Alam di kota Bandung. Diawali oleh 5 orang alumni ITB (Eko Kurnianto Teknik Penerbangan 93, Tati Sulastri GM 93, Devi Teja Matematika 95, Rina Farida Biologi 94 dan Fajar Handyono Geologi 89) dirintislah Sekolah Alam Bandung dengan 16 murid pada awalnya. Selanjutnya sebagain orang tua siswa angkatan pertama dikukuhkan sebagai Pengurus Yayasan. Meraka adalah Edifrizal Darma, Tjut Meliza Hasan, Farida Handayani, Sulistyani dan Darma Setiawan. Untuk inilah maka secara legal aspek Sekolah Alam Bandung didirikan oleh Yayasan Sekolah Alam Bandung berdasarkan Akta Notaris Dr.Wiratni Ahmadi, SH., pada tanggal 9 Januari 2001, No.16.

Sekolah Alam Bandung berdiri di atas tanah dengan luas 5.000 m2 di lokasi perbukitan Dago Utara.Lokasi Sekolah Alam Bandung berada di lahan Bapak Hendro Martono, seorang yang sangat konsen pada pendidikan dan beliau juga pernah menjadi ketua IOM ITB (ikatan orang tua mahasiswa). Lokasi tersebut di wilayah Bandung Utara tepatnya Jl. Dago Pojok Kp Tanggulan Cikalapa II no 4, Rt 9 Rw 3 Kecamatan Coblong. Saat ini (2009)

Sekolah Alam Bandung telah meluluskan tiga angkatan dengan total seluruh siswa sekitar 300 anak (termasuk yang telah lulus atau pindah) dengan jumlah guru dan karyawan sebanyak 53 orang.

Lansekap sekolah alam didesain sedemikan rupa sehingga tata ruang tetap menjaga lingkungan. Ruangan untuk belajar siswa di Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas dari kayu. Bangunan dengan model saung sebagai bangunan untuk belajar memungkinkan untuk tetap mempertahankan perbukitan tersebut tetap terjaga kesuburan dan penghijauannya. Konsep menjaga lingkungan untuk masa depan dan mempertahankan cadangan air dan penghijaun dilakukan dengan memberi makna yang mendalam kepada para siswa untuk menanam, merawat dan melestarikan pepohonan. Konsep ini terwujud dengan program “one man one tree”. Satu siswa harus menanam dan merawat tanaman di sekolah alam minimal satu pohon ketika awal mereka bergabung menjadi siswa sekolah alam. Apresiasi terhadap sekolah berwawasan lingkungan dengan perhatian pada pelestarian lingkungan pun pernah diraih Sekolah Alam Bandung dengan anugerah “The Best Flowery School” dari Ibu Dada Rosada selaku ketua penanaman sejuta pohon di Kota Bandung.


26-Mar-2015 by admin


Unduh Formulir Lamaran Di Sini Email 1 : hrd.sekolahalambandung@gm... Selanjutnya



Sekolah Alam Bandung mulai tahun ajaran 2016 - 2017akan membuka jenj... Selanjutnya



Sekolah Alam Bandungby Yuria Pratiwhi Cleopatra on Saturday, 28 Nov... Selanjutnya