TK B Outing ke Bandung TV dan Taman Lalu Lintas

Hari ini, TK B outing ke Bandung TV dan Taman Lalu Lintas. Kok 2 yah? Sebenarnya ke Taman Lalu Lintas tuh harusnya 2 bulan yang lalu, sesuai dengan tema Alat Transportasi. Sedangkan ke Bandung TV harusnya sebulan yang lalu, karena temanya Alat Komunikasi. Tapi berhubung batal, jadi bulan April ini dirapel outingnya ke 3 tempat. Rencananya, sesuai dengan tema Hewan, outingnya mau ke Gelanggang Samudra Ancol. Jadi, ntar tunggu aja tanggal mainnya yah…

Sebelum pergi, kita briefing dulu di saung TK B. Bu Zulfa menjelaskan sedikit tentang Bandung TV dan berpesan agar anak-anak tidak ribut di sana. Pertanyaan penting yang diajukan Ozan adalah, “Kalau kita mau eo’ di sana ada nggak Bu?”. He, he… polosnya anak-anak…

Dari parkiran atas, kita berangkat jam 9 menuju ke kantor Bandung TV di Jl. Sumatera. Di sana kita disambut oleh Pak Wisnu yang langsung membawa kita ke ruang studio. Di studio inilah acara berita direkam.

 

Studionya cukup luas. Dindingnya dilapisi kain seperti karpet untuk meredam bunyi. Ada 5 lampu besar yang digantung di langit-langit studio. Studionya dibagi untuk acara bincang-bincang dan acara berita. Setiap acara punya dekorasi latar belakang yang berbeda.

Ketika masuk, anak-anak langsung melihat mbak penyiar yang sedang siaran berita. Lalu dijelaskan oleh Pak Wisnu, bagaimana prosesnya sampai rekaman gambar di studio bisa sampai ke tv di rumah kita.

Jadi, gambar yang diambil kamera, lalu masuk ke tv-tv di master room, terus langsung dikirim oleh antena pemancar di luar menuju ke menara pemancar di Lembang. Nah, dari sana baru dipancarkan oleh menara yang beradius pancar 5 km ini, ke rumah masing-masing. Oh gitu toh, anak-anak menyimak penuh konsentrasi.

“Terus Pak, gimana prosesnya sampai berita kebakaran misalnya, bisa sampai disiarkan?” tanya Bu Zulfa. “Kalau ada kejadian seperti itu, Bandung TV akan mengirim reporter dan cameraman untuk meliputnya. Nanti kaset berisi gambar kejadian akan diedit di editing room untuk memilih gambar yang bagus. Habis itu, dibuat naskah berita yang akan dibacakan penyiar. Begitu ceritanya.” jelas Pak Wisnu lagi sambil memperlihatkan naskah berita yang dibaca oleh penyiar.

“Nah, anak-anak inilah yang namanya nas….” potong Pak Wisnu. “si….” sambar Kelana. He, he… ketawa semua deh anak-anak. Kelana udah laper yah, ingetnya nasi aja? Kelana nih emang iseng berat, sampai sempat nyobain jadi penyiar, Tapi bukannya nyiarin berita malah cuma duduk berputar-putar aja di kursi putarnya mbak penyiar. He, he…

Terus, kita juga ditunjukin ruang master untuk menyiarkan gambar dan ruang editing untuk mengedit gambar-gambar sebelum disiarkan. Di ruang editing, banyak komputer yang menggunakan software Adobe Premiere Pro untuk mengedit gambar. Sedangkan di ruang master, banyak tv yang menangkap gambar dari kamera yang berbeda-beda. Kan di studio kameranya nggak hanya 1, tapi 3. Untuk mengambil gambar dari sudut yang berbeda. Gitu deh, penjelasannya.

Di luar kantor, kita juga melihat mobil Bandung TV yang digunakan untuk meliput. Di dalamnya juga ada tempat mengedit dan menyiarkan gambar langsung ke kantor. Antena pemancar TV yang berwarna oranye juga terlihat menjulang tinggi. Terus, ada juga 2 antena parabola kecil berwarna putih untuk mengirim gambar lewat satelit.

Sebelum pamit, kita sempat berfoto bersama Pak Wisnu. Terus kita langsung ke Taman Lalu Lintas deh. Di sana, setelah membeli tiket anak-anak berbaris masuk dengan rapi. Kita naik sepeda, mandi bola, naik kereta api dan main di playgroundnya.

Akhirnya jam 12, kita semua masuk mobil untuk kembali ke SAB lagi. Sampai outing berikutnya, teman-teman…


21-Mar-2013 by admin


Unduh Formulir Lamaran Di Sini Email 1 : hrd.sekolahalambandung@gm... Selanjutnya



Sekolah Alam Bandung mulai tahun ajaran 2016 - 2017akan membuka jenj... Selanjutnya



Sekolah Alam Bandungby Yuria Pratiwhi Cleopatra on Saturday, 28 Nov... Selanjutnya